Tuesday, 23 June 2015

Kerana 'Di Bawah Langit Copenhagen'

Bismillah

of book, Padang and Loqman

Apakah lagi hal yang berkuasa memotivasikan diriku selain mati?
Adakah lagi kata yang terbaik menasihati diri ini selain 'Ingatlah kematian mendekat'?
Siapakah lagi insan yang bisa membuatku sadar sepenuh nyawa selain dirimu yang telah pergi?

Sang Budiman.

Kapan bisa kita ketemu lagi.
Kapan bisa aku dengar dari mulutmu sendiri,
girangnya kau dengan titipan kuberi?

Kenapa kita jauh dalam jarak yang dekat?
Kenapa kita pisah dalam temu yang singkat?
Kenapa tidak berterus terang, nyata akanku kirimkan lebih aksara lagi.

Tapi, ternyata..
aksara wajibku saban hari saat terkenangkanmu,
lantunan Fatihah yang syahdu.

NZ | 230615

nota:
Puisi untuk sahabat, saudara Loqman bin Karim.
Dan buku itu juga, untukmu.
Titipan pertama dan terakhir yang sempat kau miliki.
Moga saja kau sempat membacanya.
Dan puisi ini,
titipan pertama setelah kau tiada.
Kerana pesanmu,
'Teruskan menulis.'

No comments:

Post a Comment

SCHOOL MATTER EVERYDAY! -BONGO STAND PATAH-

 Hi 2024! Bismillah...Assalamualaikum dear readersssss So basically dah masuk tahun baharu, 2024. Hari berganti hari, bulan berganti bulan d...